Kamis, 24 November 2016

Bepergian jauh naik pesawat hanya berdua dengan si kecil yang belum berumur 1 tahun? Bisa kah?

Tentu saja bunda. Kenapa tidak?


Bagi sebagian besar bunda bepergian jauh dengan membawa anak yang masih dibilang bayi sungguh tidak mudah. Hal ini sangatlah wajar mengingat banyaknya perlengkapan si kecil yang harus dibawa, kekhawatiran bila si kecil merengek sepanjang jalan dan mengganggu penumpang lain serta persiapan mental bunda untuk mengkondisikan si kecil agar nyaman selama perjalanan. Tentu bukanlah hal yang mudah. Bila bepergian jauh dengan suami atau ada yang menemani mungkin beban ini lumayan berkurang karena ada yang membantu untuk melakukan tugas-tugas tersebut. Namun apa jadinya bila bunda dihadapkan dengan kondisi harus pergi berdua saja dengan si kecil? Apalagi naik pesawat yang notabene membutuhkan proses yang lebih panjang daripada transportasi lainnya, mulai dari entry ke bandara, antri penukaran tiket dan luggage, landing hingga take off dengan selamat. Apakah mungkin? Jawabannya Ya. Inilah pengalaman yang saya alami saat akan pulang kampung lebaran Juni 2016 kemarin. Karena suami baru bisa ambil cuti dinas seminggu sebelum lebaran, maka saya memutuskan untuk berangkat dua minggu sebelumnya berdua dengan anak saya yang masih berumur kurang dari 1 th saat itu. Awalnya sempat ragu, namun dengan persiapan yang baik dan kemantapan hati berangkatlah saya dengan anak saya dengan penerbangan maskapai Garuda destinasi Jayapura-Surabaya. Alhamdulillah penerbangan berjalan lancar mulai dari take off hingga landing. Tentu saja ada beberapa tips yang saya terapkan dalam perjalanan berdua dengan si kecil ini yaitu sebagai berikut.

Persiapan barang yang matang
Persiapan barang atau yang lebih familiar dengan istilah "packing" ini merupakan ritual sakral saat akan bepergian jauh. Namun terkadang ada saja barang yang terlupa untuk dibawa. Untuk menghindari hal ini alangkah baiknya bila kita membuat daftar barang yang perlu dibawa terlebih dahulu sebelum memasukkan ke dalam tas atau koper. Jangan lupa mencocokkan kembali daftar barang yang dibuat dengan barang yang sudah dipersiapkan untuk menghindari kemungkinan barang tertinggal.

Bawalah barang se-simple mungkin
Kenapa begitu? Karena kita membawa anak saja sudah susah apalagi bila harus membawa koper atau tas berlebih. Saat perjalanan kemarin saya hanya membawa 1 koper berisi beberapa baju si kecil dan baju saya untuk ditaruh di bagasi serta 1 tas bahu yang saya bawa ke atas pesawat berisi perlengkapan anak, dompet dan tiket.

Persiapkan perlengkapan anak dengan baik
Perlengkapan anak yang perlu dibawa saat perjalanan jauh tidak harus banyak, namun yang sekiranya dibutuhkan saja. Adapun yang perlu dibawa adalah:
  • Pampers siap pakai, 2 atau 3 buah
  • Baju dan celana anak 1 setel
  • Apron menyusui agar tertutup saat memberikan ASI eksklusif
  • Susu formula serta botol susu bila tidak full ASI
  • Cemilan untuk si kecil bila telah lebih dari 6 bulan, buah lunak seperti pisang atau biskuit
  • Air mineral, bila anda sungkan meminta air pada pramugari
  • Minyak kayu putih untuk menghangatkan anak bila kedinginan dalam pesawat
  • Mainan anak, untuk mengalihkan perhatian anak saat mulai lelah dalam perjalanan
  • Tas plastik beberapa buah 

Persiapkan outfit yang tepat untuk anak
Outfit yang tepat untuk anak akan mendukung rasa nyaman anak untuk bergerak sehingga diharapkan dia merasa nyaman pula selama perjalanan. Pakaikanlah outfit yang berbahan menyerap keringat. Saat perjalanan kemarin saya memakaikan kemeja katun serta celana panjang pada anak saya. Ditambah dengan memakaikan jaket dan topi karena saya khawatir dia belum terbiasa dengan suhu di dalam pesawat. Jangan lupa pula memakaikan kaos kaki dan atau sepatu. 

Jangan mudah panik
Seorang ibu harus bisa mengkondisikan buah hati tercintanya, bagaimanapun keadaan yang sedang terjadi. Bunda pasti lebih memahami karakter anak masing-masing. Anak rewel bisa jadi karena beberapa alasan, rasa haus, lapar, bosan, ataupun lelah. Jadi saat anak mulai rewel di dalam pesawat, cobalah beri anak ASI atau susu formula. Ajaklah anak bercerita, berkomunikasi ataupun bermain. Dapat pula dengan mengeluarkan mainan yang telah bunda bawa. Tidak perlu panik menghadapi kondisi seperti ini, karena hanya akan memperparah keadaan. Pengalaman saya kemarin sempat transit dua kali yaitu di Timika dan di Denpasar, Bali. Saat anak mulai rewel saya ajak dia bermain, bercerita dan alhamdulillah dia senang kembali.

Persiapkan kesehatan
Kesehatan merupakan hal paling utama saat akan menempuh perjalanan jauh. Perjalanan 50% lebih telah berjalan lancar bila saat akan memulainya badan segar bugar. Tidur yang cukup sebelum perjalanan dan kondisikan anak juga sehat agar dapat beraktivitas dengan baik. 

Mantapkan hati
Hal terakhir yang perlu senantiasa dilakukan pada diri bunda. Dengan niat yang baik dan kemantapan hati yang kuat maka InshaAllah perjalanan sejauh apapun akan bisa terlampaui dengan selamat.

Inilah beberapa tips yang saya lakukan untuk mendukung kelancaran dalam perjalanan saya berdua dengan si kecil. Terlihat tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin ya bunda. Selamat mencoba.

Rabu, 16 November 2016

Umur segini stimulasi apa yang cocok untuk anak saya? 


Para ibu seringkali dibuat bingung akan pertanyaan satu ini. Tentu saja sangatlah wajar. Karena setiap ibu pasti menginginkan tumbuh kembang terbaik bagi sang buah hati, apalagi dalam hal kecerdasannya. Untuk memberikan stimulus yang tepat bagi perkembangan anak, ada baiknya ibu mengetahui terlebih dahulu fasa perkembangan otak anak usia dini.
Lima tahun pertama kehidupan anak merupakan fasa emas tumbuh kembang anak. Hal ini dikarenakan 90% proses perkembangan otak seseorang terjadi pada lima tahun pertama hidupnya. Ini berarti masa balita menjadi sangat penting bagi perkembangan seorang anak. Pada rentang masa ini, si kecil mengalami pembentukan hubungan / koneksi antara bermilyar-milyar sel saraf yang sudah terbentuk dan pematangan fungsi bagian-bagian otak yang digunakan untuk mengontrol gerak tubuh, berpikir, dan berpresepsi. Bagian otak yang paling berkembang pada fase ini adalah Frontal Lobes. Bagian otak ini mengembangkan emosi, kedekatan, proses perencanaan, dan daya ingat. Pengenalan dan rasa nyaman anak terhadap diri sendiri juga berkembang pesat pada masa ini, sementara pengalaman sehari-hari akan membentuk kenyamanan emosional.


Faktor yang mempengaruhinya antara lain:
  1. Faktor genetik: faktor bawaan normal/tidak normal, jenis kelamin, suku bangsa atau bangsa.
  2. Faktor lingkungan: lingkungan yang baik akan tercapainya potensi, yang buruk tentu menghambat, yang dimaksud dengan faktor lingkungan disini antara lain:
  • Faktor lingkungan sebelum lahir: gizi dan asupan ibu saat masa kehamilan, kondisi fisik dan mental ibu saat hamil
  • Faktor lingkungan setelah lahir: nutrisi, imunisasi, sanitasi lingkungan, aktivitas sehari-hari, pengalaman dan respon yang diterima anak

Pada usia bawah lima tahun (balita) ini, stimulus yang cocok untuk anak antara lain:

  • Ajak anak bermain. Ajaklah anak bermain, akan lebih baik jika bermain dengan anak usianya. Pilihlah mainan yang sesuai dengan usianya. Untuk anak usia 12-24 bulan, dapat menggunakan mainan dengan beragam bentuk (balok, segitiga, bola, binatang), boneka, mainan yang bisa berjalan (mobil-mobilan, kereta), buku berwarna, dan sebagainya.
  • Relax time. Sempatkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama Anda (orang tua) dengan buah hati untuk berinteraksi dan bermain. 
  • Musik. Mengenalkan berbagai jenis musik terhadap anak dapat membuat anak mengenal musik, merasa nyaman, dan bahagia.
  • Televisi. Televisi dapat memberikan efek positif dan negatif. Berikan tontonan yang bersifat edukatif. Beberapa program tv menyediakan program untuk anak-anak untuk menstimulasi kecerdasan anak. Selalu temani anak saat menonton televisi, hindari tontonan yang menunjukkan kekerasan. 
  • Eksplorasi alam. Ajaklah anak bermain di taman belakang rumah atau bertamasya ke kebun binatang atau wisata alam lainnya. Tunjukan dan sebutkan berbagai nama binatang dan tanaman. Anda juga dapat mengajak anak untuk menanam tumbuhan atau memberi makanan untuk binatang peliharaan bersama-sama.
  • Tunjukkan kasih sayang. Selalu tunjukkan rasa kasih sayang dan perhatian untuk buah hati. Kedua hal tersebut dapat membantu anak mengingat, berpikir efisien, membentuk sikap dan perilaku yang baik, dan meningkatkan kemampuan belajar.
  • Selalu ajak berbicara. Sering mengajak anak bicara atau membacakan cerita akan menambah kosakata baru untuk anak dan membuat ia merasa diperhatikan.
  • Tahu kapan harus berhenti. Jika anak menangis, tampak kelelahan, tidak tertarik atau bosan, hentikan stimulasi. Over-stimulasi dan kelelahan akan mempengaruhi proses belajar. Jika anak tampak tidak bahagia, waktunya berpindah untuk hal yang lain.
  • Perhatikan asupan nutrisi. Nutrisi memiliki peranan sangat penting dalam perkembangan otak anak. Biasakan anak untuk sarapan setiap hari. Melewatkan sarapan berbahaya bagi kesehatan anak, menurunkan konsentrasi, mengganggu kognitif, dan menurunkan antusiasme anak untuk bermain atau belajar. 
  • Pastikan anak tidur cukup. Tidur yang cukup dan berkualitas dapat memperkuat daya ingat. Anak biasanya membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak daripada orang dewasa.

Tentunya ibu masih penasaran untuk mengetahui lebih detil akan stimulus yang cocok untuk sang buah hati dalam rentang masa emas ini. Pada catatan selanjutnya kita akan mengulas lebih detil akan stimulus anak usia 1,2,3,4,5 tahun satu persatu. Ayo terus menambah ilmu untuk membekali diri menjadi ibu pencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas tinggi.