Kamis, 01 Desember 2016

Anak dibawah 2 tahun rewel karena sakit gigi,,
Cirinya bagaimana?
Cara menghadapinya seperti apa?


Inilah kebingungan yang saya alami beberapa hari kemarin sebagai ibu muda. Tepatnya hari sabtu malam atau biasa dikenal dengan sebutan malam minggu, kenzie tiba-tiba demam. Padahal seharian dia beraktivitas seperti biasanya, tidak pula terkena hujan. Saya pun sempat heran. Seperti biasa, langkah pertama saat dia demam, saya beri obat penurun panas anak, Sanmol. Saya biasakan memberi makan terlebih dahulu sebelum minum obat agar perutnya tidak kosong dan meminimalisir penolakan lambung akan obat yang masuk. Saat itu kenzie hanya mau dua suap. Tidak seperti biasanya dimana ia lahap makan. Batin saya berkata, ah mungkin karena demam jadi tidak enak makan. Akhirnya saya beri obat penurun panas. Untuk menarik nafsu makannya agar cepat fit, saya buatkan puding kesukaannya, juga menyediakan berbagai biskuit kesukaannya. Selang beberapa jam, demamnya mulai turun. Namun anehnya, kenzie tetap rewel. Saya pun mulai agak panik, namun karena belum lewat satu hari saya urungkan niat untuk pergi ke dokter. Sempat ada kekhawatiran terkena demam berdarah atau tyfus, namun melihat aktivitas kenzie yang masih aktif (tidak lemas) ada sedikit perasaan lega di hati.
Setelah demamnya agak turun, saya coba beri dia puding. Namun dia menolaknya mentah-mentah. Biskuit pun dia tidak suka saat itu. Hanya mau asi saja. Sebagai ibu saya sangat khawatir, ini kenapa kok sampai tidak mau makan begini? Sebelumnya kalau demamnya mulai turun biasanya kenzie sudah mau makan ini itu. Nah, entah darimana datangnya, tiba-tiba dalam kegalauan hati saya berkata, apa mau tumbuh gigi ya? Batin saya kala itu. Maklum, sebelum-sebelumnya kenzie tidak pernah demam saat akan tumbuh gigi. Selama ini dia hanya lebih sering menggigit semua yang dipegangnya bila akan tumbuh gigi. Masalah ini muncul malah disaat giginya yang ke 9 akan tumbuh. Dugaan saya diperkuat dengan tanda yang kenzie berikan yaitu mengambil tangan saya dan menaruh ke mulutnya, seakan dia berkata "bunda, gusi kenzie kenapa sakit?". Begitulah sinyal yang dia berikan karena memang di usianya yang baru 1,5 th ini kenzie belum bisa berkomunikasi secara verbal. Untuk memperkuat dugaan saya, saya buka mulutnya, dan benarlah terlihat cikal bakal gigi yang akan tumbuh. Perasaan lega mengaliri diri saya saat itu. Setidaknya saya tahu penyebab demam yang dia alami saat ini. Dari literatur yang saya baca, ternyata ciri-ciri yang saya hadapi ini sesuai dengan tanda-tanda balita yang akan tumbuh gigi, yaitu sebagai berikut.
  • Mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya
  • Suka memasukkan dan menggigiti benda yang dipegangnya
  • Lebih rewel dari biasanya akibat gusi terasa nyeri atau bengkak
  • Sulit tidur nyenyak
  • Menolak untuk makan
  • Rewel dan mudah marah
  • Demam rendah

Untuk gejala yang terakhir yaitu demam rendah, tidak terbukti secara medis namun sama halnya dengan jenis peradangan yang mungkin terjadi di bagian tubuh yang lain, gusi yang sedang meradang kadang juga bisa menyebabkan demam rendah. Untuk menghadapi kondisi ini bunda tidak perlu khawatir. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan.
  • Berikan mainan teething / baby teether, agar bayi dapat melampiaskan rasa gatal dan sakitnya dengan menggigit mainan tersebut
  • Berilah anak asupan yang cukup lunak sehingga anak tidak kesulitan mengunyahnya, hindari memberi makanan manis agar gigi tidak mudah rusak
  • Usaplah gusi bayi, tekanan ringan pada gusi bayi dengan jari diharapkan memberi kenyamanan lebih pada bayi.

So, bunda tidak perlu panik bila menghadapi kondisi ini, hadapi dengan tenang agar anak merasa nyaman disela-sela rasa sakitnya. Namun bagaimanapun susahnya, kita para bunda pasti akan selalu excited menanti perkembangan buah hati selanjutnya, bukan begitu bunda?



Kamis, 24 November 2016

Bepergian jauh naik pesawat hanya berdua dengan si kecil yang belum berumur 1 tahun? Bisa kah?

Tentu saja bunda. Kenapa tidak?


Bagi sebagian besar bunda bepergian jauh dengan membawa anak yang masih dibilang bayi sungguh tidak mudah. Hal ini sangatlah wajar mengingat banyaknya perlengkapan si kecil yang harus dibawa, kekhawatiran bila si kecil merengek sepanjang jalan dan mengganggu penumpang lain serta persiapan mental bunda untuk mengkondisikan si kecil agar nyaman selama perjalanan. Tentu bukanlah hal yang mudah. Bila bepergian jauh dengan suami atau ada yang menemani mungkin beban ini lumayan berkurang karena ada yang membantu untuk melakukan tugas-tugas tersebut. Namun apa jadinya bila bunda dihadapkan dengan kondisi harus pergi berdua saja dengan si kecil? Apalagi naik pesawat yang notabene membutuhkan proses yang lebih panjang daripada transportasi lainnya, mulai dari entry ke bandara, antri penukaran tiket dan luggage, landing hingga take off dengan selamat. Apakah mungkin? Jawabannya Ya. Inilah pengalaman yang saya alami saat akan pulang kampung lebaran Juni 2016 kemarin. Karena suami baru bisa ambil cuti dinas seminggu sebelum lebaran, maka saya memutuskan untuk berangkat dua minggu sebelumnya berdua dengan anak saya yang masih berumur kurang dari 1 th saat itu. Awalnya sempat ragu, namun dengan persiapan yang baik dan kemantapan hati berangkatlah saya dengan anak saya dengan penerbangan maskapai Garuda destinasi Jayapura-Surabaya. Alhamdulillah penerbangan berjalan lancar mulai dari take off hingga landing. Tentu saja ada beberapa tips yang saya terapkan dalam perjalanan berdua dengan si kecil ini yaitu sebagai berikut.

Persiapan barang yang matang
Persiapan barang atau yang lebih familiar dengan istilah "packing" ini merupakan ritual sakral saat akan bepergian jauh. Namun terkadang ada saja barang yang terlupa untuk dibawa. Untuk menghindari hal ini alangkah baiknya bila kita membuat daftar barang yang perlu dibawa terlebih dahulu sebelum memasukkan ke dalam tas atau koper. Jangan lupa mencocokkan kembali daftar barang yang dibuat dengan barang yang sudah dipersiapkan untuk menghindari kemungkinan barang tertinggal.

Bawalah barang se-simple mungkin
Kenapa begitu? Karena kita membawa anak saja sudah susah apalagi bila harus membawa koper atau tas berlebih. Saat perjalanan kemarin saya hanya membawa 1 koper berisi beberapa baju si kecil dan baju saya untuk ditaruh di bagasi serta 1 tas bahu yang saya bawa ke atas pesawat berisi perlengkapan anak, dompet dan tiket.

Persiapkan perlengkapan anak dengan baik
Perlengkapan anak yang perlu dibawa saat perjalanan jauh tidak harus banyak, namun yang sekiranya dibutuhkan saja. Adapun yang perlu dibawa adalah:
  • Pampers siap pakai, 2 atau 3 buah
  • Baju dan celana anak 1 setel
  • Apron menyusui agar tertutup saat memberikan ASI eksklusif
  • Susu formula serta botol susu bila tidak full ASI
  • Cemilan untuk si kecil bila telah lebih dari 6 bulan, buah lunak seperti pisang atau biskuit
  • Air mineral, bila anda sungkan meminta air pada pramugari
  • Minyak kayu putih untuk menghangatkan anak bila kedinginan dalam pesawat
  • Mainan anak, untuk mengalihkan perhatian anak saat mulai lelah dalam perjalanan
  • Tas plastik beberapa buah 

Persiapkan outfit yang tepat untuk anak
Outfit yang tepat untuk anak akan mendukung rasa nyaman anak untuk bergerak sehingga diharapkan dia merasa nyaman pula selama perjalanan. Pakaikanlah outfit yang berbahan menyerap keringat. Saat perjalanan kemarin saya memakaikan kemeja katun serta celana panjang pada anak saya. Ditambah dengan memakaikan jaket dan topi karena saya khawatir dia belum terbiasa dengan suhu di dalam pesawat. Jangan lupa pula memakaikan kaos kaki dan atau sepatu. 

Jangan mudah panik
Seorang ibu harus bisa mengkondisikan buah hati tercintanya, bagaimanapun keadaan yang sedang terjadi. Bunda pasti lebih memahami karakter anak masing-masing. Anak rewel bisa jadi karena beberapa alasan, rasa haus, lapar, bosan, ataupun lelah. Jadi saat anak mulai rewel di dalam pesawat, cobalah beri anak ASI atau susu formula. Ajaklah anak bercerita, berkomunikasi ataupun bermain. Dapat pula dengan mengeluarkan mainan yang telah bunda bawa. Tidak perlu panik menghadapi kondisi seperti ini, karena hanya akan memperparah keadaan. Pengalaman saya kemarin sempat transit dua kali yaitu di Timika dan di Denpasar, Bali. Saat anak mulai rewel saya ajak dia bermain, bercerita dan alhamdulillah dia senang kembali.

Persiapkan kesehatan
Kesehatan merupakan hal paling utama saat akan menempuh perjalanan jauh. Perjalanan 50% lebih telah berjalan lancar bila saat akan memulainya badan segar bugar. Tidur yang cukup sebelum perjalanan dan kondisikan anak juga sehat agar dapat beraktivitas dengan baik. 

Mantapkan hati
Hal terakhir yang perlu senantiasa dilakukan pada diri bunda. Dengan niat yang baik dan kemantapan hati yang kuat maka InshaAllah perjalanan sejauh apapun akan bisa terlampaui dengan selamat.

Inilah beberapa tips yang saya lakukan untuk mendukung kelancaran dalam perjalanan saya berdua dengan si kecil. Terlihat tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin ya bunda. Selamat mencoba.

Rabu, 16 November 2016

Umur segini stimulasi apa yang cocok untuk anak saya? 


Para ibu seringkali dibuat bingung akan pertanyaan satu ini. Tentu saja sangatlah wajar. Karena setiap ibu pasti menginginkan tumbuh kembang terbaik bagi sang buah hati, apalagi dalam hal kecerdasannya. Untuk memberikan stimulus yang tepat bagi perkembangan anak, ada baiknya ibu mengetahui terlebih dahulu fasa perkembangan otak anak usia dini.
Lima tahun pertama kehidupan anak merupakan fasa emas tumbuh kembang anak. Hal ini dikarenakan 90% proses perkembangan otak seseorang terjadi pada lima tahun pertama hidupnya. Ini berarti masa balita menjadi sangat penting bagi perkembangan seorang anak. Pada rentang masa ini, si kecil mengalami pembentukan hubungan / koneksi antara bermilyar-milyar sel saraf yang sudah terbentuk dan pematangan fungsi bagian-bagian otak yang digunakan untuk mengontrol gerak tubuh, berpikir, dan berpresepsi. Bagian otak yang paling berkembang pada fase ini adalah Frontal Lobes. Bagian otak ini mengembangkan emosi, kedekatan, proses perencanaan, dan daya ingat. Pengenalan dan rasa nyaman anak terhadap diri sendiri juga berkembang pesat pada masa ini, sementara pengalaman sehari-hari akan membentuk kenyamanan emosional.


Faktor yang mempengaruhinya antara lain:
  1. Faktor genetik: faktor bawaan normal/tidak normal, jenis kelamin, suku bangsa atau bangsa.
  2. Faktor lingkungan: lingkungan yang baik akan tercapainya potensi, yang buruk tentu menghambat, yang dimaksud dengan faktor lingkungan disini antara lain:
  • Faktor lingkungan sebelum lahir: gizi dan asupan ibu saat masa kehamilan, kondisi fisik dan mental ibu saat hamil
  • Faktor lingkungan setelah lahir: nutrisi, imunisasi, sanitasi lingkungan, aktivitas sehari-hari, pengalaman dan respon yang diterima anak

Pada usia bawah lima tahun (balita) ini, stimulus yang cocok untuk anak antara lain:

  • Ajak anak bermain. Ajaklah anak bermain, akan lebih baik jika bermain dengan anak usianya. Pilihlah mainan yang sesuai dengan usianya. Untuk anak usia 12-24 bulan, dapat menggunakan mainan dengan beragam bentuk (balok, segitiga, bola, binatang), boneka, mainan yang bisa berjalan (mobil-mobilan, kereta), buku berwarna, dan sebagainya.
  • Relax time. Sempatkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama Anda (orang tua) dengan buah hati untuk berinteraksi dan bermain. 
  • Musik. Mengenalkan berbagai jenis musik terhadap anak dapat membuat anak mengenal musik, merasa nyaman, dan bahagia.
  • Televisi. Televisi dapat memberikan efek positif dan negatif. Berikan tontonan yang bersifat edukatif. Beberapa program tv menyediakan program untuk anak-anak untuk menstimulasi kecerdasan anak. Selalu temani anak saat menonton televisi, hindari tontonan yang menunjukkan kekerasan. 
  • Eksplorasi alam. Ajaklah anak bermain di taman belakang rumah atau bertamasya ke kebun binatang atau wisata alam lainnya. Tunjukan dan sebutkan berbagai nama binatang dan tanaman. Anda juga dapat mengajak anak untuk menanam tumbuhan atau memberi makanan untuk binatang peliharaan bersama-sama.
  • Tunjukkan kasih sayang. Selalu tunjukkan rasa kasih sayang dan perhatian untuk buah hati. Kedua hal tersebut dapat membantu anak mengingat, berpikir efisien, membentuk sikap dan perilaku yang baik, dan meningkatkan kemampuan belajar.
  • Selalu ajak berbicara. Sering mengajak anak bicara atau membacakan cerita akan menambah kosakata baru untuk anak dan membuat ia merasa diperhatikan.
  • Tahu kapan harus berhenti. Jika anak menangis, tampak kelelahan, tidak tertarik atau bosan, hentikan stimulasi. Over-stimulasi dan kelelahan akan mempengaruhi proses belajar. Jika anak tampak tidak bahagia, waktunya berpindah untuk hal yang lain.
  • Perhatikan asupan nutrisi. Nutrisi memiliki peranan sangat penting dalam perkembangan otak anak. Biasakan anak untuk sarapan setiap hari. Melewatkan sarapan berbahaya bagi kesehatan anak, menurunkan konsentrasi, mengganggu kognitif, dan menurunkan antusiasme anak untuk bermain atau belajar. 
  • Pastikan anak tidur cukup. Tidur yang cukup dan berkualitas dapat memperkuat daya ingat. Anak biasanya membutuhkan waktu tidur yang lebih banyak daripada orang dewasa.

Tentunya ibu masih penasaran untuk mengetahui lebih detil akan stimulus yang cocok untuk sang buah hati dalam rentang masa emas ini. Pada catatan selanjutnya kita akan mengulas lebih detil akan stimulus anak usia 1,2,3,4,5 tahun satu persatu. Ayo terus menambah ilmu untuk membekali diri menjadi ibu pencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas tinggi.

Rabu, 19 Oktober 2016

What??? Choosing outfit? That's about shopping, right???

Yaa, "Shopping". Bila terdengar satu kata ajaib ini, bisa dipastikan para mommys akan interested, yah prosentasenya 98% lah, 2% untuk keabnormalan yang mungkin terjadi. Tidak dapat dipungkiri belanja memang sudah menjadi naluri alamiah seorang wanita. Nah, apalagi belanja untuk kebutuhan si kecil, antusiasme para mommys pasti sangat besar, bisa-bisa uang bulanan habis bila menuruti keinginan untuk membeli ini itu buat si kecil hehe. Salah satu shopping kebutuhan anak yang membuat mommy menggebu-gebu adalah membeli outfit. Bagaimana tidak, sudah menjadi rahasia umum kalau yang namanya outfit atau baju anak pasti modelnya lucu-lucu, motifnya juga unyu-unyu dipadu dengan warna-warna yang cerah. Faktor-faktor tersebut kerap kali membuat para ibu kalap saat memilih outfit untuk si kecil seringkali malah bingung memilih karena terlalu banyaknya pilihan yang diinginkan namun budget terbatas. Disinilah mommy harus smart menentukan pilihan outfit yang akan dipakai anak. Apa saja yang perlu diperhatikan dalam memilih outfit anak? Yuk simak tips dibawah ini.

1. Memilih bahan yang nyaman
Mom knows the best. Ungkapan ini sangat sering terdengar. Why?? Karena ibu pasti menginginkan kenyamanan untuk buah hatinya. Tidak terkecuali untuk baju yang digunakan anak. Carilah bahan yang nyaman digunakan anak, lembut, adem dan menyerap keringat  sehingga anak tidak mudah gerah dan nyaman beraktivitas. Hal ini tentu akan berdampak pada keceriaan anak. Anak tidak akan rewel karena kegerahan, apalagi saat terik matahari sangat dominan yaitu siang hari. Bahan yang nyaman juga membantu anak lelap dalam tidurnya karena tidak mudah kepanasan dan berkeringat. Bahan yang cocok untuk anak adalah kain alami seperti katun atau wol. Kain sintetik menimbulkan iritasi pada kulit dan juga cenderung menimbulkan alergi dibandingkan kain alami karena proses pembuatan kain sintetik yang mempergunakan bahan-bahan kimia untuk mempercepat produksi dan menghemat biaya. Membuat kain dari bahan alami membutuhkan proses yang lebih lama dan bahan kimia yang lebih sedikit, karenanya harganya juga relatif lebih mahal. Namun faktor kesehatan anak sudah cukup untuk menjadi alasan bagi mommy memilih bahan yang alami seperti katun atau wol.

2. Memilih ukuran yang tepat 
Setiap anak memiliki tumbuh kembang yang berbeda. Namun rata-rata setiap anak dibawah usia 1 tahun akan mengalami pertumbuhan yang signifikan. Apabila jagoan mommy berada dalam usia tersebut maka harus sering-sering di cek ya moms ukuran bajunya agar si kecil tidak merasa kesulitan bergerak karena bajunya kekecilan. Ukuran baju anak haruslah tidak terlalu besar atau bahkan terlalu kecil. Hal ini bertujuan agar anak nyaman bergerak dan beraktivitas. 

3. Memilih model yang sesuai
Memilih model bukan hal yang bisa diabaikan loh moms. Model outfit untuk anak sangat beragam, mulai dari jumpsuit, mini dress, setelan atas bawah, kaos kutung ataupun kaos lengan pendek dan panjang, sampai setelan jas. Tentunya kita tidak bisa selfish hanya menuruti keinginan kita tanpa memikirkan outfit seperti apa yang dibutuhkan anak. Misalnya bila mencari outfit untuk acara outdoor siang hari alangkah baiknya bila kita menggunakan outfit lengan panjang untuk anak agar kulitnya tidak kepanasan terpapar sinar matahari langsung. Pada kondisi ini hindari pemakaian rok mini dengan atasan kutung hanya karena terlihat lucu yaa moms, bisa-bisa sampai rumah si kecil sakit. Disinilah salah satu peran mommy sebagai ibu yang pintar sangat diperlukan dalam memilih baju untuk anak demi kenyamanan dan kesehatan anak tentunya.

4. Memilih motif
Untuk yang satu ini pasti anak paling suka. Loh kok anak?? Yup, karena saat anak menginjak usia 2 tahun lebih ia sudah mulai memiliki tokoh idola yang sering menjadi inspirasi dalam imajinasinya. Notabene berupa tokoh film kartun yang heroik, princess bahkan tokoh binatang kesukaan. Ada baiknya bila mommy menawarkan pada anak motif mana yang dia sukai saat membelikan outfit untuk anak. Karena hal ini akan membuat anak sangat senang saat menggunakan baju yang ada gambar tokoh favoritnya. Pasti baju tersebut ingin dipakai terus moms hehe.

5. Menentukan batas harga
Pada akhirnya harga tidak bisa diabaikan yaa mom. Sebagai manajer keuangan dalam keluarga kita harus selalu tahu batasan wajar penggunaan kas untuk kebutuhan anak. Sesuaikan outfit yang ingin mommy belikan dengan budget yang mommy telah tentukan agar keuangan tidak amburadul. Dengan begitu, anak senang, mommy pun tenang.

Nah bila mommy masih bingung mencari online shop terpercaya dengan koleksi baju anak yang lengkap dan keren, dipadu dengan bahan yang nyaman pula dan ringan dikantong pastinya, mommy bisa kunjungi instagram kami: kendrey_collections. Selain itu kami juga telah membuka toko kami di beberapa situs belanja online, yaitu bukalapak dengan akun indi_store, tokopedia dengan akun kendrey collections, serta akun shopee diahintanfirdausi. Dijamin ketagihan deh moms, mampir yuuk 😘😘😘.

Minggu, 02 Oktober 2016

Mainan edukatif kan mahaaal...

Pemikiran ini yang seringkali terucap dari para mommys yang menginginkan perkembangan pesat sang buah hati dengan bantuan "mainan edukasi." Sebenarnya apa sih mainan edukasi??. Mainan edukasi adalah mainan yang dapat menstimulasi pancaindera dan kecerdasan anak, mulai dari indera penglihat, pendengar, peraba hingga indera pencium. Mainan ini bertujuan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak, yang mana penggunaannya perlu disesuaikan dengan usia serta tingkat perkembangan yang bersangkutan. Untuk macamnya anda bisa search dengan leluasa di mbah google. Disini saya akan berbagi beberapa mainan edukatif yang saya ambil dari barang-barang sekitar sehingga hemat dikantong mommys namun tepat sasaran pula. Cocok diperkenalkan saat anak menginjak 1 tahun.
Pertama, gelas plastik. Hampir bisa dipastikan mommys punya yang satu ini kan? Naah, tinggal ambil beberapa gelas plastik dengan ukuran yang sama, jejerkan gelas-gelas tersebut dan ajaklah si buah hati untuk menumpuk gelas-gelas tersebut. Bila kesulitan mendapat gelas plastik mommys dapat pula menggunakan gelas air mineral 250mL. Bagi kita permainan ini terlihat sangat sederhana, namun bagi mereka hal ini mampu mengasah motorik dan kognitif mereka dalam mengenal bentuk, warna serta keakuratan dalam menyusunnya. Sejauh ini, usia 16 bulan kenzie bisa menumpuknya dengan posisi menengadah ke atas ataupun bawah, belum bisa menyortir berdasar warna.
Kedua, alat tulis dan tempatnya. Alat tulis berupa bolpoin ataupun pensil membantu anak mengenal bentuk yang lebih kecil lagi daripada gelas. Memasukkan benda yang lebih kecil akan lebih sulit karena diperlukan ketelitian dan keakuratan yang lebih. Hal ini akan membantu anak meningkatkan kemampuan motorik dan kognitif ke level yang lebih tinggi.
Ketiga, botol plastik kecil, disini saya biasa menggunakan botol kosong minyak rambut kenzie atau minyak telonnya. Ajaklah anak bermain air dengan benda-benda tersebut, untuk mengembangkan imajinasi dan kreativitas mereka.
Sederhana kaan mooms... Naaah ayoo moms ajak sang buah hati bermain sekaligus belajar bersama🚸

Selasa, 06 September 2016

Perlukah menjadi ibu yang mengerti banyak hal???

Definitely yes.

Menjadi seorang ibu merupakan anugerah Tuhan yang sangat besar terhadap kaum wanita. Dengan memiliki buah hati, kehidupan rumah tangga akan terasa semakin sempurna. Dari sini pulalah kehidupan seorang wanita akan berubah drastis. Bukan hanya menjadi istri, tapi juga menjadi seorang ibu. Rumah yang sepi akan mulai dipenuhi dengan tangisan malaikat kecil yang baru saja lahir ke dunia. Polos, bersih tanpa dosa. Dia lahir tanpa mengenal siapapun dan tanpa mengerti apapun. Dia bahkan belum bisa melihat dunia dengan kedua matanya. Barulah setelah beberapa hari matanya bisa terbuka, mulai bisa mengenal orang-orang disekitarnya dan mulai beradaptasi dengan kehidupan ini. 

Bukankah itu semua terjadi secara alamiah? Lalu dimanakah peran seorang ibu?

Ibu memiliki ikatan batin yang kuat dengan anaknya. Ikatan tersebut terbangun melalui emosi dan kognitif anak. Kasih sayang ibu sejak anak masih dalam kandungan akan mempengaruhi psikis anak secara tidak langsung. Jika ibu hamil membiarkan emosinya meledak-ledak, marah, takut, sedih, atau bahkan terlalu gembira akan berpengaruh pada pertumbuhan psikis anak karena ia ikut merasakan apa yang dirasakan ibunya. Misalnya saat ibu marah, jantung ibu akan berdetak lebih kencang, otot-otot berkontraksi, gerakan usus bergejolak, dan sebagainya. Bila kejadian ini sering muncul, kelak bayi akan mudah rewel, mudah was-was, bahkan mudah menangis. Kognitif sendiri memiliki arti proses mental atau aktivitas pikiran dalam mencari, menemukan, mengetahui, dan memahami informasi. Anak akan mengolah semua yang ia terima secara tidak langsung baik emosi atau perlakuan dari orang-orang terdekatnya terutama dari ibu yang telah bersamanya sejak ia masih dalam kandungan. Itulah mengapa pepatah arab mengatakan Al -Ummu madrasah Al-ula yang berarti ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. 
Ibu adalah “gudang ilmu”, “pusat peradaban” dan “wadah” yang menghimpun sifat-sifat akhlak mulia. Asumsi yang sangat keliru bila orang tua mengesampingkan pendidikan tinggi bagi anak perempuannya dengan alasan klasik pada akhirnya wanita akan menjadi seorang istri dan kodratnya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ingat! Wanita pada akhirnya akan menjadi seorang ibu yang melahirkan generasi penerus. Bagaimana mungkin kita mengharapkan masa depan yang cerah akan negeri ini bila generasi penerusnya tidak inovatif, tidak memiliki etos kerja yang tinggi serta attitude yang baik?. Seperti kata sayyidina umar: Bila kau ingin mengetahui masa depan suatu bangsa, tengoklah dari generasi penerusnya.
Peran yang sangat krusial ini menuntut seorang ibu untuk membekali dirinya dengan ilmu yang memadai. maka wajib hukumnya seorang ibu harus terus bergerak meningkatkan kualitas dirinya. Karena, untuk mencetak generasi yang berkualitas, diperlukan pendidik yang berkualitas pula. Hal itu berarti ibu tak boleh berhenti belajar. Baik secara formal ataupun informal. Teruslah memperbaiki diri, jangan pernah bosan mempelajari sesuatu yang baru serta eksplor kemampuan diri untuk membekali diri mempersiapkan generasi penerus yang bermutu. Anakmu adalah cerminan dirimu. Tanggung jawab itu ada di pundakmu ibu! 

Minggu, 28 Agustus 2016

Ahh masa' sih susah? Mainan edukasi anak kan sederhana bgt?? 

Mungkin pertanyaan itu yang seringkali muncul dalam benak sebagian besar para ibu muda yang buah hatinya masih berumur di bawah satu tahun. But fakta di lapangan membuktikan kalo emang gak gampang loh moms! 
Ceritanya jagoan kecil saya udah masuk 14 bulan tepatnya 06 juli kemaren, bundanya udah ngebet bgt beliin mainan edukasi, salah satunya ini nih, permainan basic shape, tujuannya untuk mengenalkan berbagai bentuk dasar pada si kecil, nah yang model ini nih dimainkan dengan memasukkan berbagai bentuk bangun ruang ke lubang yg sama bentuk dg bangun ruangnya. Sebenernya sih dipackingnya ada tulisan "untuk 2 taun keatas", tp apa salahnya mulai mengenalkan?pikir saya waktu itu. Jadilah saya uji coba mainan ini pada kenzie.


First trying ken excited bgt,dia ambil bentuk kubus, which is itu bangun yg paling besar, dan dalam sekejap dia bisa memasukkan itu bangun ke tempatnya. Horrreey emaknya jd girang bkn maen lah pasti, ah ternyata g susah sama sekali permainan begini buat kenzie, batin saya. Next try dia ambil bentuk prisma segitiga, dia cobain ke semua lubang (dg tampang seriuuss bgttt sampe keringetan saking gemesnya itu bentuk gak masuk-masuk) tp tetep aj gak berhasil masuk, bahkan ke lubang prismanya sendiri jg gak bisa (krn gak pas sih dia naruhnya tp saya diamkan dulu karena pengen tau usahanya dia). Finally dia lihat lubang kubus yg tadi, daan goool. Masuklah itu prisma ke lubang kubus. Belum sempat bundanya mengarahkan, langsung dia ambil bentuk bangun lainnya dan dia masukkan ke lubang kubus semuaaa. Belum selesai disitu, ken malah berdiri, dia ambil mainan-mainannya yg berukuran kecil dan dia masukkan ke lubang kubus semua haha.. gimana gak bikin speechless coba, tp bikin ketawa jg sih melihatnya. Begitulah pengalaman pertama saya mengenalkan mainan edukasi. Jadi bener-bener brasa kalo kita sebagai ibu kudu pinter ngedidik anak, mengarahkan pola pikirnya agar dia bisa berkembang sebaik mungkin. Yuk moms selalu belajar menjadi ibu yg lebih baik lagi buat si buah hati. Soo, masih banyak yaaa PRnya bunda 😘.