Kamis, 01 Desember 2016

Anak dibawah 2 tahun rewel karena sakit gigi,,
Cirinya bagaimana?
Cara menghadapinya seperti apa?


Inilah kebingungan yang saya alami beberapa hari kemarin sebagai ibu muda. Tepatnya hari sabtu malam atau biasa dikenal dengan sebutan malam minggu, kenzie tiba-tiba demam. Padahal seharian dia beraktivitas seperti biasanya, tidak pula terkena hujan. Saya pun sempat heran. Seperti biasa, langkah pertama saat dia demam, saya beri obat penurun panas anak, Sanmol. Saya biasakan memberi makan terlebih dahulu sebelum minum obat agar perutnya tidak kosong dan meminimalisir penolakan lambung akan obat yang masuk. Saat itu kenzie hanya mau dua suap. Tidak seperti biasanya dimana ia lahap makan. Batin saya berkata, ah mungkin karena demam jadi tidak enak makan. Akhirnya saya beri obat penurun panas. Untuk menarik nafsu makannya agar cepat fit, saya buatkan puding kesukaannya, juga menyediakan berbagai biskuit kesukaannya. Selang beberapa jam, demamnya mulai turun. Namun anehnya, kenzie tetap rewel. Saya pun mulai agak panik, namun karena belum lewat satu hari saya urungkan niat untuk pergi ke dokter. Sempat ada kekhawatiran terkena demam berdarah atau tyfus, namun melihat aktivitas kenzie yang masih aktif (tidak lemas) ada sedikit perasaan lega di hati.
Setelah demamnya agak turun, saya coba beri dia puding. Namun dia menolaknya mentah-mentah. Biskuit pun dia tidak suka saat itu. Hanya mau asi saja. Sebagai ibu saya sangat khawatir, ini kenapa kok sampai tidak mau makan begini? Sebelumnya kalau demamnya mulai turun biasanya kenzie sudah mau makan ini itu. Nah, entah darimana datangnya, tiba-tiba dalam kegalauan hati saya berkata, apa mau tumbuh gigi ya? Batin saya kala itu. Maklum, sebelum-sebelumnya kenzie tidak pernah demam saat akan tumbuh gigi. Selama ini dia hanya lebih sering menggigit semua yang dipegangnya bila akan tumbuh gigi. Masalah ini muncul malah disaat giginya yang ke 9 akan tumbuh. Dugaan saya diperkuat dengan tanda yang kenzie berikan yaitu mengambil tangan saya dan menaruh ke mulutnya, seakan dia berkata "bunda, gusi kenzie kenapa sakit?". Begitulah sinyal yang dia berikan karena memang di usianya yang baru 1,5 th ini kenzie belum bisa berkomunikasi secara verbal. Untuk memperkuat dugaan saya, saya buka mulutnya, dan benarlah terlihat cikal bakal gigi yang akan tumbuh. Perasaan lega mengaliri diri saya saat itu. Setidaknya saya tahu penyebab demam yang dia alami saat ini. Dari literatur yang saya baca, ternyata ciri-ciri yang saya hadapi ini sesuai dengan tanda-tanda balita yang akan tumbuh gigi, yaitu sebagai berikut.
  • Mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya
  • Suka memasukkan dan menggigiti benda yang dipegangnya
  • Lebih rewel dari biasanya akibat gusi terasa nyeri atau bengkak
  • Sulit tidur nyenyak
  • Menolak untuk makan
  • Rewel dan mudah marah
  • Demam rendah

Untuk gejala yang terakhir yaitu demam rendah, tidak terbukti secara medis namun sama halnya dengan jenis peradangan yang mungkin terjadi di bagian tubuh yang lain, gusi yang sedang meradang kadang juga bisa menyebabkan demam rendah. Untuk menghadapi kondisi ini bunda tidak perlu khawatir. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan.
  • Berikan mainan teething / baby teether, agar bayi dapat melampiaskan rasa gatal dan sakitnya dengan menggigit mainan tersebut
  • Berilah anak asupan yang cukup lunak sehingga anak tidak kesulitan mengunyahnya, hindari memberi makanan manis agar gigi tidak mudah rusak
  • Usaplah gusi bayi, tekanan ringan pada gusi bayi dengan jari diharapkan memberi kenyamanan lebih pada bayi.

So, bunda tidak perlu panik bila menghadapi kondisi ini, hadapi dengan tenang agar anak merasa nyaman disela-sela rasa sakitnya. Namun bagaimanapun susahnya, kita para bunda pasti akan selalu excited menanti perkembangan buah hati selanjutnya, bukan begitu bunda?



Tidak ada komentar:

Posting Komentar