Rabu, 19 Juli 2017

ASI
who doesn't knows this magical liquid?

Air Susu Ibu atau yang biasa kita dengar dengan sebutan ASI bukanlah hal yang baru untuk didiskusikan. Setelah melahirkan, semua pasti bertanya, full ASI ya? ASI-nya banyak tidak? ASI eksklusif ya?. Yup, orang-orang di sekitar kita notabene menyarankan untuk memberikan ASI eksklusif pada anak. Namun sebenarnya, sepenting itukah ASI bagi pertumbuhan anak? Pertanyaan ini selalu muncul dalam benak saya. Tanpa terasa saya telah memberikan full ASI pada Ken selama dua tahun kemarin. Ken mulai disapih saat memasuki 25 bulan. Baru saja terlewati proses menyapih 1 minggu, Ken jatuh sakit. Demam. Penyakit klasik bagi para bayi. Namun, demam kali ini sungguh membuat saya dan suami khawatir karena suhu badan Ken yang sangat tinggi. Ken sampai menggigil kala itu. Ini benar-benar pengalaman pertama semenjak Ken lahir. Demamnya-pun berlangsung tiga hari. Padahal sebelum-sebelumnya, Ken demam tidak pernah lebih dari dua hari. Dari hasil tes darah menunjukkan tyfus, DB negatif. Dokter mendiagnosa Ken hanya terserang radang tenggorokan, penyakit yang memang sering Ken alami sebelumnya. Namun pertanyaan yang menggelitik pikiran saya saat itu adalah "bila penyakitnya sama, mengapa penyembuhannya lebih lama daripada sebelumnya?" Apakah ASI berpengaruh pada percepatan proses penyembuhan ketika anak sakit? Inilah yang menginspirasi saya untuk mengulas mengenai ASI pada artikel kali ini.

Apa itu ASI?

ASI merupakan susu hasil produksi manusia sebagai sumber gizi utama bayi yang belum dapat mencerna makanan padat. ASI terbentuk karena pengaruh hormon prolaktin dan oksitosin yang diproduksi saat bayi lahir. ASI memiliki nutrisi sempurna yang dibutuhkan bayi. Antara lain zat mineral, vitamin, lemak dan asam amino. Terdapat pula nukleotida, elemen dasar yang membentuk DNA, Karbohidrat yang menyumbangkan energi, protein yang mempercepat kematangan dinding dalam usus dan zat antimikroba sebagai sistem kekebalan tubuh untuk mendeteksi zat asing dan menetralisir dampaknya. ASI pertama yang keluar dikenal dengan sebutan kolostrum, merupakan imunisasi alami yang sangat baik untuk pertahanan bayi melawan penyakit karena mengandung banyak immunoglobulin IgA.

Apakah jenis makanan ibu mempengaruhi kandungan nutrisi pada ASI?

Tidak! ASI diproduksi dengan kandungan tetap. Bila nutrisi ASi yang diperoleh dari makanan ibu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan produksi ASI, maka ASI akan mengambil nutrisi dari cadangan tubuh ibu. Karena itulah ibu perlu makanan-makanan yang bergizi untuk mencukupi kebutuhan produksi ASI dan dirinya sendiri.

Apa yang mempengaruhi banyaknya produksi ASI?

ASI memiliki kinerja produksi khusus, dimana semakin sering diminum bayi, produksinya akan semakin bertambah. Ibu hanya perlu banyak minum air dan makan agar tubuh ibu tidak dehidrasi dan lemas karena banyaknya ASI yang diproduksi untuk asupan anak. ASI selalu mempunyai suhu standarnya, tingkat kesegaran yang prima, bebas bakteri, serta mudah dicerna. ASI mengandung berbagai macam zat antibodi yang berasal dari ibu, memberi perlindungan terhadap berbagai sumber penularan penyakit bagi bayi. Ajaibnya, komposisi ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan tiap tahap pertumbuhan bayi. 

Menarik bukan?

Setelah mengetahui info penting seputar ASI ini, saya tersadar bahwa kehebatan ASI ternyata melampaui ekspektasi saya selama ini. Sungguh begitu sempurnanya mekanisme yang Tuhan ciptakan dalam tubuh seorang ibu untuk memberikan nutrisi terbaik bagi sang buah hati. So mom, you always know the best for your kid, right? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar