Selasa, 11 Juli 2017



Anak saudara yang seumuran dengan anak saya sudah pintar menyikat giginya, anak saya kok belum?

Teman anak saya sudah rutin menyikat giginya, anak saya kenapa selalu menangis atau menutup mulut saat diajak untuk menyikat giginya?

Pernahkah bunda memiliki perasaan seperti ini? karena inilah yang saya rasakan selama ini saat mengajak Kenzie menyikat giginya hehe.

Hasil gambar untuk menyikat gigi pada anak

Menyikat gigi merupakan kegiatan yang sangat perlu dilakukan. Hal ini bertujuan agar gigi anak tidak mudah keropos dan berlubang, mengingat lapisan email gigi susu anak lebih tipis daripada gigi permanen. Memang pada dasarnya gigi susu akan tanggal dan tergantikan dengan gigi permanen saat anak menginjak usia 5-6 tahun. Namun resiko jangka panjang yang mungkin terjadi bila gigi anak abses dan tanggal sebelum waktunya, pertumbuhan gigi permanen juga akan terganggu. Hal ini akan berpengaruh pada kesehatan gigi dan mulut anak saat dewasa serta kepercayaan diri anak karena struktur gigi yang dimilikinya. 

Mengenalkan aktivitas menyikat gigi memang tidaklah mudah bunda. Pengenalan perawatan gigi sejak dini sangat dibutuhkan agar anak lebih terbiasa melakukan aktivitas ini. Pengenalan awal dapat dilakukan saat anak mulai tumbuh gigi untuk pertama kali. Bunda dapat membersihkan gigi anak dengan kain kasa basah. Lakukan aktivitas ini secara rutin agar anak terbiasa. Saat anak mulai bisa meludah, rata-rata anak berumur dua tahun, barulah bunda dapat mengajarkan anak menyikat gigi dengan sikat gigi.

Pengalaman selama ini, Kenzie sangat susah diajak untuk menyikat giginya. Mungkin karena saya telat membiasakan menggosok giginya dengan kasa basah. Sehingga saat berumur dua tahun, dia selalu menutup mulut saat diajak menyikat gigi. Karena hal ini saya banyak searching bagaimana cara efektif agar anak terbiasa atau bahkan menyukai aktivitas menyikat gigi. Berikut beberapa tips yang dapat dicoba bila bunda menghadapi kesulitan yang sama seperti saya.

Tips mengajarkan anak agar terbiasa menyikat gigi    

Berikan kebebasan pada anak untuk memilih sikat gigi dan pasta giginya 
Anak-anak tentu memiliki karakter favoritnya sendiri, mulai dari hewan favorit hingga tokoh kartun favorit. Dengan membiarkan anak memilih sikat gigi dan pasta gigi sesuai dengan apa yang disukainya akan menjadikan kegiatan ini lebih menyenangkan bagi mereka.

Selalu ceria saat mengajak anak menyikat gigi
Mendisiplinkan anak kecil untuk melakukan sesuatu memang tidak pernah mudah bunda. Kadang hopeless melanda saat hal yang kita ajarkan telah diulang berkali-kali namun belum memperoleh hasil yang diharapkan. Hal ini tidak boleh kita jadikan alasan untuk menunjukkan kekesalan kita saat mengajak anak menyikat gigi. Tetap tunjukkan aura positif kita agar anak yang awalnya malas bisa lebih tertarik untuk meyikat igignya.

Menggosok gigi bersama-sama
Cara ini paling ampuh diterapkan agar anak lebih bersemangat lagi. Terkadang anak malas untuk menyikat gigi karena dia merasa harus menjalani kegiatan itu sendirian. Nah bila bunda menggosok gigi bersama anak maka anak akan lebih bersemangat. Bahkan terkadang anak lebih bersemangat untuk menyikat gigi bunda dengan sikat yang dipegangnya daripada menyikat giginya sendiri.

Jadikan aktivitas menyikat gigi menyenangkan
Bagaimana caranya? Lakukan aktivitas yang terbiasa bunda lakukan berdua dengan anak. Atau aktivitas menyenangkan seperti menghasilkan banyak busa dari pasta gigi ataupun menyembur-nyemburkan air untuk mengajari anak berkumur.

Berikan pujian pada anak untuk kebersihan gigi dan mulutnya
Bukan hal yang baru bila anak-anak suka diberi pujian. Jangankan anak-anak, orang dewasa juga senang dipuji kan yaa bunda hehe.. So, sering-seringlah memuji anak agar mereka semakin bersemangat menyikat giginya. 

Demikian beberapa tips yang dapat saya berikan bunda. Semoga bermanfaat. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar